Friday, December 2, 2011

How can I know all of these, if I'm not an exchange student?

 I'm thankful for every single second in my life... 
Every single chance that I got... 
Every single thing that I had... 
And every single unforgettable moment that I experienced... 
Especially for having such a wonderful family, not just one but two...

-Thanksgiving pray-

Finally! Setelah sekian lama dibikin sibuk sama sekolah dan swimming practice akhirnya nemu waktu senggang buat blogging. And yeah, swimming. Di akhir musim gugur ini saya join swimming team sekolah karena soccer team meliburkan diri selama musim dingin. Berhubung saya paranoid sama istilah " AFS = Another FAT Student" saya bergabung dengan swimming team yang pada awalnya saya kira bakalan asik dan mudah... Yah.. hanya pada awalnya. Ternyata oh ternyata swimming is one of the hardest sports here, dan yah... EMANG BERAT! Bayangin aja di kelas reguler satu kali pertemuan kami harus berenang at least 50 laps dan entah kesambet apa si couch yang cute and hot ini mindahin saya ke kelas berat yang latihannya Senin sampai Jumat, dua hari buat latihan fisik di gym yang artinya treadmill, sit-up, push-up dan lain lain serta tiga hari practice dan buat kelas ini kami diwajibkan 10 laps for each stroke belum lagi IM (Individual Medley) yang nggak terhitung berapa banyak dan bikin perut saya sakit karena saya belum terbiasa diving.

Selain dibikin sibuk sama kegiatan sekolah dan club, my life here is super fun! Beberapa minggu yang lalu saya pergi ke Washington DC bareng anak-anak AFS DE lainnya. It was a really fun trip! We walked around the city and took a lot of picture. Ngintip the White House dari sela-sela pager berharap ngelihat Obama, ngelihat Lincoln statue yang fenomenal dan dibikin terkagum-kagum sama capital building yang emang luar biasa megah!
Diakhir bulan Oktober semua orang heboh dengan Halloween, saya juga nggak mau ketinggalan buat ngelakuin all Halloween tradition dan favorite saya adalah pumpkin craft. Saya dan keluarga saya membeli labu langsung dari ladangnya dan beberapa hari sebelum Halloween we crafted the pumpkin. 

Washington DC trip
Halloween

And another American tradition yang baru aja kami rayain adalah Thanksgivinig. I got one full week off from school! Dan selama liburan kerjaan saya dan host brothers saya nggak jauh dari movie marathon, males-malesan di sofa (pernah ketiduran sampe pagi yang bikin badan saya sakit semua), main football dan rutinias terbaru selama awal musim dingin; hot tub. Yep, disaat udara lagi dingin-dinginnya bule-bule gila ini malah dengan santainya shirtless keluar rumah malam-malam dan berendem di hot tub. Saya awalnya nolak mentah-mentah karena saya bukan big fan of cold weather. Tapi karena rayuan maut dari bule-bule kece ini akhirnya saya pun berani nyoba berendem di hot tub dingin-dingin dan ternyata... enak! Dan akhirnya saya pun ketagihan dan every weekend pasi kami selalu bikin ritual hot tub dengan temen-temen saya atau hostbro yang lagi hang out dirumah. Dan pernah satu malem entah kesambet setan apa saya mau aja diajak taruhan keluar dari hot tub dan lari ngelilingin rumah yang pada akhirnya bikin saya tersiksa masuk angin dan sialnya lagi disini nggak ada yang namanya t***k angin ataupun minyak kayu putih. Saya dan mom juga had a girls day yang kami manfaatkan buat manicure and pedicure, shopping and had a great lunch at the beach yang bikin host sist saya ngambek karena dia sedang trip ke Indiana waktu itu. Dan disaat Thanksgiving day tiba, saya dan keluarga pergi ke rumah keluarga mom buat Thanksgiving dinner yang nggak usah ditanyak lagi enaknya. So far I love Thanksgiving karena disitulah saat-saat berkumpulnya keluarga dan saling mensyukuri atas apapun yang telah didapat selama ini baik keluarga, teman, pekerjaan atau apapun. Dan tahun ini di Thanksgiving pray before the dinner, my mom menambahkan di sela-sela doanya; "... and thank you God, for giving us our new member of family, our daughter Arin..." yang bikin saya hampir nangis sakin terharunya. Di hari terakhir liburan kami mulai ngedekor rumah buat Christmas party yang bakal diadain minggu ini karena kami bakal ada trip ke Florida weeks before Christmas. My family had tons of Christmas decoration yang lucu-lucu dan bikin gemes. Ryan juga nambahin nama saya di family boat for Christmas yang bikin saya (lagi-lagi) terharu. 


And finally.... the holiday's over and I'm back to my routinity... And the good thing was I just got my Distinguish Honor-Roll Certificate because I got a straight A! Oh iya saya juga akhirnya nyelesain NewsLetter setelah sekian lama, bagi yang berminat baca, saya lampirkan dibawah ini! 

Kegiatan selama liburan
Thanksgiving day
We're ready for Christmas!

*   *   *

“How do you know what a dream is if you never accomplished one...”

Kalau dipikir-pikir sampai sekarang masih nggak percaya rasanya bisa sampai di sini, Seaford, Delaware. Masih inget gimana perjuangan mulai dari ngisi forms yang berjibun, seleksi yang nggak selesai-selesai dan yang paling bikin makan hati waktu nunggu kepastian berangkat atau nggak berangkatnya saya. Nggak kebayang gimana senengnya waktu dapat surat dari Bina Antar Budaya yang menyatakan saya lulus. The real adventure dimulai dari keberangkatan yang nggak seperti temen-temen lainnya yang at least punya rombongan sampai di negara tujuan, saya harus menempuh perjalanan Jakarta – Dubai – New York selama lebih dari 24 jam SENDIRIAN alias SINGLE TRAVELLER. Waktu diatas pesawat banyak yang memenuhi pikiran saya, betapa beratnya meninggalkan ‘comfort zone’ kehidupan yang menurut saya sudah sempurna karena saya mempunya keluarga dan teman-teman yang sangat-sangat saya sayangi. Disaat yang bersamaan saya juga nggak bisa memungkiri betapa excited-nya saya membayangkan kehidupan yang saya tau bakal benar-benar berbeda dari hidup saya selama ini dan tentunya pengalaman-pengalaman yang  cuma bakal saya peroleh selama setahun disini.
Dua hari pertama saya di Seaford merupakan hari-hari yang paling berat selama saya disini. Di malam pertama saya di sini saya udah dibikin shock sama anjing host mom yang tiba-tiba nongol di sebelah tempat tidur saya dan ini otomatis bikin saya nggak bisa tidur sampai pagi karena khawatir dan faktor jetlag. Dan karena faktor kurang tidur dan mungkin culture shock selama dua hari itu saya bener-bener ngerasain homesick yang gila-gilaan ditambah anjing yang selalu ngikutin kemanapun saya pergi dan hobinya nongkrong dikamar saya, dan ajaibnya lagi si anjing ini bisa buka kenop pintu kamar saya yang sialnya nggak ada kuncinya. Rasanya saya pengen kehidupan saya yang‘biasa’kembali. Hari ketiga Arrival Orientation Camp diadakan selama tiga hari, yang membawa dampak besar bagi semangat saya yang mendekati nol saat itu. Saya bertemu anak-anak AFS dari seluruh dunia disana dan melalui sharing baik dari staffs maupun anak-anak AFS yang lain saya tau kalau semua hal yang saya rasakan juga dirasakan oleh semua exchange student dan mau nggak mau itu bikin semangat saya naik lagi! Apalagi malam-malam berikutnya banyak kegiatan yang bikin saya bersyukur banget bisa jadi bagian dari AFS, kapan lagi bisa ketemu dan sharing culture bareng anak-anak dari seluruh dunia! Saya juga cerita sama Local Coordinator saya masalah anjing yang membuat saya nggak nyaman, dan puji syukur saya dapet LC yang sangat mengerti masalah saya dan akhirnya kami memutuskan kalau mencari host family baru adalah yang terbaik buat saya.
Saya tinggal di rumah LC saya selama satu tiga hari dan dirumah temporary host family selama dua minggu sampai akhirnya saya menemukan permanent host family. Selama tinggal sama mereka yang semuanya beragama Kristen catholic saya benar-benar belajar sama yang namanya toleransi beragama, saya dibuat terharu oleh dua host brother saya yang sampai bela-belain nyari compass di  athic disaat saya harus shalat, dan saya pun selalu berusaha mengikuti misa setiap hari minggu di gereja dan saying grace setiap sebelum makan malam untuk menunjukkan rasa toleransi saya terhadap keluarga baru saya. Selama disini saya belajar mandiri mulai dari hal-hal kecil seperti bikin sarapan dan nyetrika baju untuk pertama kalinya yang bikin tangan saya melepuh sampai belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri karena saya tau kalau apapun yang terjadi disini cuma saya yang mengalaminya dan bisa menyelesaikannya. Pernah suatu saat saya iseng-iseng buka google map dan ngetik alamat rumah saya, saat itu baru saya sadarin betapa jauhnya saya dari rumah dan betapa kangennya saya sama rumah walau saat itu saya cuma bisa ngeliat atapnya doang. Yang paling bikin sedih kalau lagi kangen-kangennya sama keluarga, temen-temen atau pacar tapi cuma bisa ngeliat wajah mereka di layar laptop dan berusaha senyum and tell them that I’m okay supaya mereka nggak khawatir.
Selama disini saya diberi beberapa kesempatan untuk melakukan presentasi baik sama gereja local, sekolah ataupun komunitas local di Seaford. Nggak ada yang ngalahin rasa bangga waktu mereka semua terkagum-kagum dengan keindahan Indonesia dan diakhir presentasi saat saya mengatakan “That’s all about my country, Indonesia…” Selama disini tanpa saya sadari saya selalu melakukan rutinitas yang sebelumnya nggak pernah saya bayangkan seperti naik yellow school bus, pindah-pindah ruangan selama jam pelajaran, locker, bergabung di sports teams dan yang baru aja saya lakukan, home coming yang sempet bikin saya shock waktu masuk ke ruangan dan langsung disuguhi ‘American dirty dance’. Setiap hari saya dibikin sibuk baik sama sekolah ataupun sport team. Dari awal sekolah sampai Autumn saya bergabung dengan Soccer Team yang menurut saya ASIK! Latihannya lumayan berat tapi tetep aja karena dibawa enjoy jadi ketagihan sama yang namanya lari-lari di lapangan bola. Selama akhir musim gugur dan musim dingin saya bergabung di Swim Team karena Soccer Team nya libur selama musim dingin, dan swimming practice is much more harder. Latihannya setiap hari jam 6 sampai jam 8 malam, dan semua diwajibkan AT LEAST 10 laps for each style. Bisa dibayangin diakhir season badan saya bakal berotot ditambah factor saya minum susu sebagai pengganti air putih disini. Semua itu, yang sebelumnya cuma bisa saya lihat di film-film sekarang saya lakukan sebagai rutinitas sehari-hari. Nggak pernah terbayangkan sebelumnya saya bisa mendapatkan kesempatan selama setahun ini. But the fact is I’m finally here in a small town Seaford, Delaware for a year as an exchange student with an opportunity to know how American life is.
Tapi seperti yang sering dibilang orang-orang, good time’s running faster. Nggak terasa udah hampir tiga bulan saya disini, living life as an American. Ngerasain punya temen-temen bule and (thanks God) such a wonderful American family. Bahkan sekarang saya suka nyut-nyutan sendiri kalau ngebayangin tiba waktunya pulang nanti. Nggak kebayang gimana sedihnya saya ninggalin rumah yang selalu ramai dan host brothers yang jahilnya nggak ketulungan! Danny yang selalu bikin suasana santai dan lucu, Ryan yang paling jahil sekaligus paling care, Connor si bungsu and the sweetest person in this house and Aubrey my roommate yang selalu bantu saya mengenai apapun dan tentunya mom and dad who always treat me as their kids. Nggak ada yang bisa bikin lebih seneng dan terharu selain diperlakukan selayaknya keluarga disini. Tapi saya juga nggak bisa memungkiri gimana excitednya saya waktu pulang nanti ketemu keluarga dan temen-temen. Come back to my ‘old life’ dengan segala pengalaman yang saya dapat disini. Berani keluar dari batas aman saya selama ini dan melihat dunia is such a wonderful experience than only come once in my life. And how can I know all of these feelings, if I’m not an exchange student? –Syahrina Mazaya, AFS-USA 2011/2012

Me and Hanna (Norway) @ the presentation
My Distinguish Honor-Roll Certificate

My Family: Ryan, Mom, Connor, Aubrey, Dad, Danny and me

Thursday, October 27, 2011

AFS USA 2011-2012

Dear Brielle,


"I am an exchange student. How do you know what is a dream if you never accomplished one. How do you know what is an adventure if you never took part in one. How do you know what is anguish if you never said goodbye to your family and friends with your eyes full of tears. How do you know what is being desperate, if you never arrived in a place alone and could not understand a word of what everyone ......else was saying. How do you know what is diversity if you never lived under the same roof with people from all over the world? How do you know what is tolerance, if you never had to get used to something different even if you didn’t like it. How do you know what is autonomy, if you never had the chance to decide something by yourself? How do you know what it means to grow up, if you never stopped being a child to start a new course? How do you know what is to be helpless, if you never wanted to hug someone and had a computer screen to prevent you from doing it. How do you know what is distance, if you never, looking at a map, said “ I am so far away”. How do you know what is a language, if you never had to learn one to make friends. How do you know what is patriotism, if you never shouted “ I love my country” holding a flag in your hands. How do you know what is the true reality, if you never had the chance to see a lot of them to make one. How do you know what is an opportunity, if you never caught one. How do you know what is pride, if you never experienced it for yourself at realizing how much you have accomplished. How do you know what is to seize the day, if you never saw the time running so fast. How do you know what is a friend, if the circumstances never showed you the true ones. How do you know what is a family, if you never had one that supported you unconditionally . How do you know what are borders, if you never crossed yours , to see what there was on the other side. How do you know what is imagination, if you never thought about the moment when you would go back home. How do you know the world, if you have never been an exchange student? --Åsta Mari Totland/USA 11-12"

Postingan di atas di share oleh salah satu exchange student USA di group facebook. Dan kata-kata yang begitu simple namun benar-benar menyadarkan kami semua yang ibaratnya sedang 'kehilangan arah' baik karena home sick, mulai jenuh dengan aktivitas sehari-hari, culture shock dan lainnya. Semua itu emang sangat wajar dirasakan oleh semua exchange student, namun seperti yang dikatakan oleh kakak-kakak returnee disaat orientasi, "Ini semua cuma setahun." Nggak gampang buat sampai disini, satu tahun lebih perjuangan melalui semua seleksinya, belum lagi harus menunggu di tengah ketidak pastian sampai akhirnya bisa bernapas lega saat sudah benar-benar diatas pesawat. Banyak yang dikorbankan untuk sampai disini, keluarga, teman dan lain sebagainya. Tapi cuma setahun juga kami bisa merasakan semua ini, ngomong bahasa inggris setiap hari, ngerasain pindah-pindah ruangan diantara jam pelajaran, ngerasain sarapan cuma dengan segelas susu, ngerasain gimana kangennya sama keluarga dan teman-teman dan cuma bisa ngedenger suara dan ngelihat wajah mereka di layar komputer. Tapi kapan lagi bisa ngerasain punya keluarga dengan latar belakang dan budaya yang benar-benar berbeda? Hidup ditengah lingkungan yang benar-benar asing dan belajar bertoleransi? Ya cuma setahun ini, that's what we're AFSsers do to built a better understanding for a bettter world

We're AFSsers, mighty AFSsers
Everywhere we go, people want to know
Who we are, now we tell them
If they can't hear us, sing it little louder!

Monday, October 24, 2011

Seaford High School Homecoming 2011

Weekend yang sangat-sangat seru sekaligus melelahkan. Yep, homecoming! FYI homecoming diadakan untuk menyambut tahun ajaran baru di sekolah-sekolah Amerika. Di sekolah saya dan sekolah-sekolah lain pada umumnya, satu minggu sebelum homecoming diadakan Spirit Week, yaitu satu minggu dimana semua murid-murid menunjukkan dukungannya untuk sekolah dengan mematuhi 'tema-tema' yang diadakan setiap harinya. Contohnya di sekolah saya dari hari Senin-Jumat: nerd day, twin day, breast cancer day, mix and match day dan spirit day dimana semua murid harus menggunakan dress code yang mencerminkan sekolah. Di hari Jumat diadakan acara (semacam pembukaan) untuk mendukung Football team yang bakal tanding di malam harinya sekaligus memperkenalkan calon homecoming kin and queen. Dan pada Jumat malam diadakan homecoming game (football match) antara Seaford High School dan Brookwood High School.


And finally! Homecoming dance, acara puncak yang ditunggu-tunggu semua murid. Homecoming is super fun! Me and some of my girlfriends dance all the night. Lucunya disini high heels dipake cuma pas masuk pintu doang, begitu on the the dance floor cewek-cewek pada nyeker. Sampe ada tempat penitipan high heels nya segala. Cuma ada satu yang bikin saya (dan terbukti exchange students yang lain) terkaget-kaget: the way they dance. Yep mungkin sebagian besar udah tau how american dance looks like, bagi yang penasaran coba googling aja hehehe. Satu lagi budaya mereka (bukan budaya yang baik untuk ditiru) yang saya pelajari dan ketahui.



High heels nggak berlaku disini

Namun selama seminggu ini saya belajar beberapa hal dari murid-murid disini yaitu kebebasan mereka berkreativitas dan berekspresi, benar-benar mencerminkan Liberty, ngga nanggung-nanggung bisa dilihat dibawah ini:

Mrs. Bates and Autumn @ twin day

Nerd day

mix and match day

Satu hal lagi, saya yang sebelumnya udah mendapatkan host family permanent terpaksa harus 'pindah rumah' karena masalah yang berkaitan dengan agama saya yang membuat saya merasa kurang nyaman untuk tinggal disana. Masalahnya adalah anjing yang terlalu friendly dan suka ngejilat. Sebenarnya saya nggak masalah sama anjing yang tinggal dirumah karena saya adalah animal lover, namun dihari pertama saya udah dibuat ketakutan setengah mati sama si anjing ini. Jadi ceritanya di hari pertama saya, saya masih jetlag dan nggak bisa tidur. Kira-kira jam setengah tiga pagi saya antara tidur dan nggak ngerasa ada yang ngelihatin, dan waktu saya ngelihat ke sebelah yang saya lihat adalah muka si guguk yang sedang berusaha naik ke tempat tidur saya. Bisa kebayang kan gimana seramnya.....

ini dia tersangkanya

Dan sekarang saya udah menemukan keluarga baru! Di keluarga yang baru ini saya punya tiga saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Dan ada satu kejadian lucu di kafetaria sekolah, disaat saya bilang saya bakal pindah ke keluarga yang baru ini semua temen cewek saya langsung teriak 'OMG!' dan heboh karena.... Eng ing eng... ternyata calon host brother saya pernah sekolah di Seaford dan dia termaksud one of the most wanted guy in here. Dan itu emang kebukti waktu dia pertama kali jemput saya di sekolah dan bikin semua kepala cewek-cewek noleh dan shock waktu ngelihat saya masuk ke mobilnya. Dan besoknya ada beberapa cewek yang sebagian besar saya nggak kenal nanya-nanya soal saya dan calon abang saya ini hahaha. Tapi ada untungnya juga punya abang cakep, secara nggak langsung temen-temennya juga cakep! haha. Dan juga temen saya jadi nambah karena setiap weekend pasti temen-temennya abang saya ada aja yang dateng kerumah dan hang out bareng.

with mom and dad:)

with Aubrey and Ryan

Saturday, September 24, 2011

The Journey has Begun, USA!

Finally here! Seaford, Delaware. Setelah seleksi berbulan-bulan dan penantian yang panjang, finally here; USA. Butuh waktu yang lama untuk sampai disini, baik waktu seleksi maupun penerbangan dari Indonesia - Dubai - New York yang hampir memakan waktu dua hari. Penerbangan dari Jakarta-Dubai nggak terlalu terasa karena 'cuma' 7-8 jam yang hampir sepenuhnya saya gunakan untuk tidur. Sampai di Dubai saya harus menunggu selama kurang lebih 6 jam karena pesawatnya di delay selama 4 jam. Sesampainya di NY saya menginap selama satu malam di Hilton Hotel untuk orientasi kedatangan dan esoknya berangkat menggunakan kereta api ke Delaware berasama anak-anak AFS lainnya.

Lunch @ Farmer Market
 Di weekend pertama diadain AFS Camp buat Arrival Orientation, disini berkumpulah anak-anak AFS yang bakal stay di Delaware dari seluruh dunia; Eropa, Asia dll. Materi yang disampaikan di orientasi ini nggak jauh-jauh beda sama orientasi yang diadain Bina Antar Budaya. Disini juga saya sharing sama temen-temen yang udah lebih lama stay disini dan tau kalo first weekend adalah masa-masa terberat dan ter-homesick, dan setidaknya itu buat saya lega karena saat itu saya emang lagi homesick-homesicknya dan bertambah parah karena faktor jet lag yang belum hilang. Malemnya kami have fun dan saya sempet belajar tarian dari anak-anak Italy yang sempet bikin kaki saya yang belum sembuh nyut-nyutan lagi haha. Saya juga sempat diajarin watlz sama anak Jerman yang setidaknya bikin saya nggak malu-maluin banget kalo harus dance di Home Coming Ball yang bakal diadain minggu pertama musim gugur.

Sekolah disini nggak jauh beda sama yang sering kita lihat di film-film Amerika, mulai dari kelas yang pindah-pindah, loker, caffetaria dan gurunya yang gaul-gaul semua sama. Sisetem belajarnya asik dan bikin betah belajar, disini kita dituntuk untuk aktif dan kreative dalam semua mata pelajaran. So far, semua yang ada disini bener-bener baru buat saya dan alhamdulillah saya bisa beradaptasi dengan semuanya. Cuma ada satu masalah disini, yaitu modem mom yang lagi rusak dan buat saya sulit buat komunikasi sama orang-orang di Indonesia. Perjuangan memcari wifi di camp sampe minjem IPhone nya Paul demi ngucapin Happy Birthday ke Ojan bener-bener gabisa dilupain haha. Akhirnya dapet wifi di depan rumah orang waktu perjalanan pulang dari SubWay walaupun ngucapinnya jadi telat sehari.

we're AFSsers!

Ada kejadian lucu waktu saya mau solat Isa di AFS Camp. Karena saya solat di dalam kamar saya minta izin dulu sama temen-temen yang ada disitu kalo mereka ada yang keberatan bila saya solat disitu. Awalnya mereka terheran-heran melihat 'budaya' yang asing bagi mereka namun mereka meng-iya kan dan bertanya apakah mereka boleh melihat saya solat atau nggak. Saya keluar kamar sebentar untuk mengambil wudhu dan waktu saya kembali, semua temen-temen saya dan beberapa volunteer udah berkumpul disitu. Ternyata mereka semua penasara dan sangat tertarik dengan agama Islam. jadilah saya solat dengan ditonton duapuluh lebih orang disana. Mereka menyaksikan saya solat tanpa sedikitpun bersuara dan setelah saya selesai mereka banyak bertanya mengenai islam dan meminta saya foto dengan menggunakan mukenah. Agak risih sebenarnya, tapi saya senang karena setidaknya lebih banyak orang mengetahui tentang agama saya. Saya juga sempat menghadiri acara yang diadakan gereja Mom, dan disana mereka banyak bertanya tentang islam dan respon yang saya terima sangat baik dan jauh dari perkiraan saya sebelumnya. Mereka sangat open minded dan bertoleransi terhadap agama-agama lainnya.

Saya belajar banyak baik mengenai budaya Amerika ataupun budaya teman-teman AFS saya. Amazing isn't it? But that's we AFSsers do, to built a better understanding for a better world

Dubai
Cooking time @ AFS Camp

New York City
More photos on My Facebook

Wednesday, August 3, 2011

Unspeakable Words

Saya baru aja kembali dari orientasi AFS yang diadakan selama lima hari di komplek diknas Jakarta, gaada kata-kata ataupun kalimat yang bisa saya tuliskan disini karena memang apa yang saya alami dan rasakan selama orientasi adalah sesuatu yang nggak terucapkan. Satu hal yang bisa saya pelajari selama orientasi adalah everything only happened once, if you don't want to loose and regret it in the future, be thankful and love what you have or do now because you'll never know how it can become so prestigious in the future.


 * * *

Kira-kira satu setengah tahun yang lalu, saya lupa tepatnya tanggal berapa, saya dan teman-teman sedang beristirahat di balkon sekolah. Lalu datanglah salah seorang guru yang mengatakan bahwa di aula akan diadakan seminar tentang pertukaran pelajar yang diadakan oleh sebuah organisasi. Langsung aja yang ada dalam pikiran saya 'Wah lumayan nih bis nge-skip dua jam pelajaran selanjutya'. Siapa yang nyangka ternyata presentasi dari salah seorang returnee saat itu bisa menjadi passion yang membawa saya sampai seperti sekarang ini?

Beberapa bulan setelahnya saya mengikuti seleksi tahap I dari program ini. Begitu tiba di lokasi tahap pertama saya sudah dibuat down oleh banyaknya peserta tahap pertama ini, saya juga meliat beberapa teman saya yang juga mengikuti seleksi ini. Seleksi tahap ini adalah seleksi paling sulit karena merupakan test bahasa Inggris, pengetahuan umum serta membuat essay. Saya emang cukup pede dengan hasil essay saya, tapi pengetahuan umum saya sangat sangat sangaaaat terrible. Kebetulan saya mendapat tempat duduk paling belakang sudut, jadi saya bisa dengan leluasa melihat para peserta yang hadir. Saat itu saya sempat berfikir, "Mungkin nggak ya, dari sekian banyak orang disini, aku yang duduk di pojok belakang ruangan ini bisa mendapatkan kesemoatan untuk menjalankan program ini?"

Akhirnya keluar pengumuman yang menyatakan bahwa saya berhasil melanjutkan ke seleksi tahap II yaitu interview bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seleksi kali ini tidak sesulit seleksi yang sebelumnya, namun tetap aja buat saya was was karena masih banyak saingan yang harus saya kalahkan. Namun ternyata saya bisa melewati tahap dua dengan baik dan kemudian saya menerima kabar bahwa saya berhasil untuk terus maju ke tahap III dinamika kelompok.


Saya merasa bahwa saya sudah melakukan apapun yang terbaik pada saat dinamika kelompok, namun saya sadar kalau yang akan berhasil mencapai tingkat nasional jumlahnya sangat sedikit. Sampai kira-kira dua bulan setelahnya saya menerima surat yang menyatakan bahwa saya berhasil mencapai tingkat nasional dan akan di seleksi untuk menjadi kandidat pertukaran pelajar.

Selama enam bulan saya tidak menerima kabar sekali mengenai AFS. Saya mulai belajar untuk menerima kenyataan apabila saya dinyatakan tidak lulus nantinya. Lama kelamaan saya sudah mulai menerima bahwa memang mungkin saat itu belum menjadi rezeki saya. Saya terus menanamkan optimisme didalam diri saya bahwa pasti ada yang lebih baik yang sudah direncanakan tuhan walaupun jauh di dalam hati kecil saya saya tetap ingin untuk mendapatkannya.

Akhir Juni saya sedang berada di dalam waiting room saat transit pulang ke Medan, karena bosan menunggu saya mulai menggunakan fasilitas wi-fi untuk sekedar browsing. Lalu ntah kenapa feeling saya saya harus segera melihat account twitter saya dan benar saja, ada mention dari teman saya yang mengatakan bahwa saya sudah berhasil mencapai tingkat internasional.

26 Juli 2011

Saya dan Zizi tiba di bandara keberangkatan domestik Polonia, saat itu saya harus meninggalkan kota Medan. Saya harus meninggalkan sahabat-sahabat saya, dan segala kenangan indah yang kami buat bersama. Saya lihat sahabat-sahabat saya sudah lebih dulu tiba. Saat terakhir saya meninggalkan rumah, saya masih belum mengerti apa yang saya rasakan, sampai saya lihat wajah-wajah sahabat saya yang akan mengantarkan kepergian saya.

Disaat itulah I realized that I don't wanna leave them, I still want to be with them until the end of high school. But the fact is: I can't. Saat itu saya sadar kalau untuk meraih sesuatu, harus ada sesuatu yang dikorbankan. Lalu saya menyadari sesuatu hal yang sampai saat ini menjadi motivasi bagi saya, "Apapun yang akan saya capai nanti insyaAllah pasti akan menjadi sesuatu yang sangat-sangat berharga, karena untuk mencapainya saya harus rela mengorbankan sesuatu seberharga sahabat-sahabat saya."

NOW HERE I COME USA!
 

Saturday, June 4, 2011

Sweet of the Sweets

02.06.2011

HAPPY SWEET 17th SYAHRINA MAZAYA

I've been 17 years live in this world, wondering whyd it called 'sweet' 17th?

...and now I know it...

23:55
I was sleeping in my room

23:56
I still have no idea what's gonna be my 'sweet'

23:57

23:58

23:59
Who knows just about a minute from now I found it?

00:00

~

AAAAAA I'm 17 years nowwww!! 

Nggak seperti kebanyakan orang yang sangat-sangat exited menyambut ulangtahun ke 17 mereka, saya justru semakin hari semakin galau memikirkan penambahan umur (atau pengurangan umur?). Ada beberapa hal yang membuat saya 'males' menjadi 17 tahun seperti:

  1. Cap 'dewasa' yang mau nggak mau sekarang melekat pada diri saya
  2. Tanggung jawab yang harus disadari menjadi lebih besar dari sebelumnya
  3. Yang terakhir adalah saya sangat tidak belum siap sama kenyataan-kenyataan di poin 1 dan 2
But my birthday became so special because of my friends and my dearest family. It's a lot more special than I expected.

I got three cakes!
No words could describe that day, so just see some photos I added bellow

a little surprise in the midnight

another surprise
here's the blasts!

thanks guys! I love you all
presents

Friday, June 3, 2011

From IPA 2 to Miss Erin

Beberapa bulan yang lalu sekolah kami kedatangan guru bule dari Amerika. Nah berhubung masa mengajar dia di Indonesia udah selesai, dia balik ke negara asalnya. Dibawah ini saya lampirin foto dan video yang dibuat oleh kelas saya XI IPA 2. Check it out!


Sunday, May 8, 2011

TOP-10 WWF's Posters

10. SAVE PAPER - SAVE PLANET



9. GIVE A HAND TO WILDLIFE



8. IF WE DON'T STOP GLOBAL WARMING, NATURE WILL



 7. DON'T BUY EXOTIC ANIMAL SOUVENIRS



6. FOREST FOR LIFE



5. MELTED ICE CREAM



4. WE HOPE TO REACH THE TARGET FIRST



3. BEFORE IT'S TOO LATE



2. FASHION CLAIMS MORE VICTIMS THAN YOU THINK



1. WHEN YOU LEAVE THE LIGHT ON, YOU'RE NOT THE ONLY ONE WHO PAYS

Some New Things

Happy Sunday all! There's something new on my blog which is:

1) You Tube Channel

Beberapa hari yang lalu saya baru aja sign up account youtube saya, bagi yang pengen liat bisa lihat di side bar blog saya atau silahkan klik disini . Ada dua video yang baru aja saya upload di channel saya, yang pertama ada video-clip nya Travie McCoy - We'll be Alright yang saya buat bareng Panda's Crew lengkap dengan behind the scenes nya, yang kedua ada video collectionnya aktor favorite saya Skandar Keynes. Bagi yang penasaran bisa lihat dibawah ini:

 


2) Support WWF 

Dengan maraknya issue Global Warming, semua orang khususnya kita para remaja harus aware terhadap kerusakan lingkungan. Sekecil apa pun usaha kita untuk menyelamatkan bumi akan berarti sangat banyak apabila setiap individu memiliki kesadaran dalam diri masing-asing untuk menyelamatkan bumi.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut soal Global Warming dan bahayannya bagi bumi please visit website resmi WWF Indonesia http://www.wwf.or.id/  bisa juga klik link di side bar blog saya. Di website ini kita juga bisa mengetahui langkah-langkah yang bisa kita ambil untuk mengurangi global warming.

BIG THINGS COME FROM A SIMPLE THING
SAFE THE EARTH!
LET IT START FROM OUR LITTLE CARE

Monday, April 25, 2011

"I smile and act like nothing is wrong, it's called putting shit aside and acting strong."

Dear Brielle,

Smile even you want to cry...
Laugh even you're hurt...
Say "I'm okay" even you're not...

Have you ever feel like that? I have, and always feel like that.

Is that wrong if you saying what  you feel?
Is that wrong if you asking what you want?
Is that wrong if you angry when you're hurt?

I'm tired of hiding my true feeling.
Should I be heartless?

I'm tired of feeling bad. I'd rather feel nothing. It's better... it's easier
Sometimes I'm wondering if human could live just by themselves, so no one can hurt them. But the fact is... they can't.

Saturday, April 2, 2011

Hello April

Dear Brielle,

Now I'm sitting on the balcony at the one of my favorite place, waiting for my breakfast to come and just realizing..... Its April already
I remember when the first time I knew it I have a really big hope, and those big hope start to getting small and small until the last day of March and now like there's a big voice in my head telling that Its done, what're you waiting for ends with nothing.

Sad, disappointed, down

Have you ever feel, when you have a dream and you really want it to come true, then you fight for it for a long time and at the last battle, the last step to reach it.............. you loose

___________________________________________________________

Helloooooo  Apriiilll
Whoaaaa ga terasa uda masuk aja ke bulan ke empat tahun ini, dan semoga April ini bisa semenyenangkan bulan Maret. Ada begitu banyak kejadian di bulan Maret yang nggak bakal bisa saya lupain dan bakal saya inget terus, kejadian yang bikin saya makin sayang sama temen-temen saya.
11 Maret kemaren merupakan ulangtahun ke 17-nya salah satu sahabat saya Ulvi, jadi kita barengan (saya, Jiji, Nadya dll) mau ngasi surprise di Birthday Party-nya dia dengan cara pura-pura gabisa dateng ke acara sweet 17th dia dengan alasan kalo kami pada hari yang sama berangkat liburan ke Prapat bareng dengan temen-temen sekelas (kami dan Ulvi beda kelas di sekolah). And then pas hari H kita sukses ngasi surprise dan bikin dia nyebur ke kolam! hehehehehehe. Berhubung Foto Birthday Partynya dia belom di upload ini saya masukin foto birthday's blast nya dia sehari sebelumnya:





Dan satu lagiiiiiii ini dia yang palinggabisa dilupain, vacation trip to prapat with IPA 2! check it out